0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

STANDART UJI FISIK PADA BIJI KOPI

Uji fisik adalah suatu system yang digunakan untuk menilai kualitas dari biji kopi berdasarkan fisiknya, baik menggunakan alat bantu atau menggunakan indra manusia sesuai dengan standar yang berlaku. Standar yang menjadi pedoman pada uji Fisik ada 2, yaitu :

  1. Standar Nasional Indonesia (SNI )
  2. Standar Specialty Coffee Association of America (SCAA)

Adapun tahap uji fisik yang dilakukan pada biji kopi sebagai berikut:

1. Test Kadar Air

Kadar air dalam biji kopi dapat di ukur dengan menggunakan alat pengukur kadar air yang dikenal dengan “ TESTER ” berbagai merek, sehingga dapat diketahui berapa persentase air yang terkandung dalam biji kopi tersebut. Selain ‘TESTER” kadar air juga dapat dilakukan dengan menggunakan Oven pengering dengan metode Timbang Kadar air biji kopi yang direkomendasikan oleh SNI maupun SCAA adalah 12-13 %.

Tinggi > Kadar Air = Kualitas jelek

Rendah < Kadar Air = Kualitas baik

2. Test Trase

Trase adalah persentase biji cacat dalam 100 gram biji kopi Pengujian trase dilakukan dengan cara ditimbang dimana akan dipisahkan antara biji cacat dengan biji normal, hasil timbang biji cacat itu disebut sebagai persentase trase, Test Trase dilakukan pada biji kopi asalan, Tinggi rendahnya trase menujukan baik tidaknya kualitas dari biji kopi tersebut.

Tinggi > Trase = Kualitas jelek

Rendah < Trase = Kualitas baik

3. Test Defect

Defect adalah jumlah dari nilai cacat biji kopi, Test Defect dilakukan pada biji kopi Ready atau siap Eksport untuk menentukan mutu atau Grade kopi tersebut. Untuk menentukan defect dapat menggunakan 2 system,yaitu :

    1. Standar Nasional Indonesia (SNI )
    2. Standar Specialty Coffee Association of America ( SCAA )

4. Test Warna/Bau

Test ini dilakukan dengan mengunakan indra berupa kejelian dalam melihat dan membau, Biji kopi yang baik memiliki bau yang segar dan warna yang cerah serta tidak terkontaminasi dengan bahan asing baik yang menimbulkan perubahan warna atau bau.

Warna tidak seragam / Bau tidak segar = Kualitas jelek

Warna seragam dan cerah / Bau segar = Kualitas baik

5. Test Ukuran Biji

Test ini dilakukan untuk menentukan ukuran biji kopi yaitu ukuran biji besar (L) Size, biji sedang (M) Size, biji kecil S) Size serta biji sangat kecil/tidak lolos screen (shells).Test ini dilakukan dengan mengunakan Screen yang terdiri dari beberapa tingkat minimum 4 tingkat Gayo Cuppers Team Page 6 dengan masing-masing ukuran lubang 1/64 inch yaitu : 18 , 16 , 14 dan < 14. Biji kopi yang baik memiliki keseragaman dalam ukuran tergantung dari sizenya masing-masing.

Ukuran biji bervariasi = kualitas jelek

Ukuran biji seragam = kualitas baik

Tulis Komentar